Part 2 (8-9 Januari) [Bogor – Jakarta – Malang]
Jam 05.00 aku bangun lagi, lalu mandi, sarapan, dan mulai berangkat ke Malang, tapi aku sempatkan mampir dulu ke Citeureup untuk membeli bekal perjalanan.

Citeureup, Bogor, Jawa Barat
Setelah itu kami menaiki angkutan umum beberapa kali, dari Citeureup ke Cibinong dengan angkot 08, lalu Cibinong ke Depok turun di pasar Segar dengan Miniarta Bogor – Depok, dan lanjut lagi ke stasiun Depok Baru dengan angkot D08. Setelah membeli tiket KRL menuju stasiun Gondangdia, kami menunggu krl yang datang jam 11.05 dan setelah kereta itu datang kami langsung menaikinya.

Sebuah KRL tak terpakai di Stasiun Depok Baru
Ada kejadian unik dimana ibu saya ternyata ditegur oleh petugas KRL karena sebenarnya orang tua (ibuku sudah mau berumur 50 tahun) tidak boleh berdiri terlalu lama di KRL dan dibantu untuk duduk di kursi prioritas, aku salut dengan petugasnya, semoga menjadi amal ibadah juga. Kereta terus berjalan, sebenarnya aku ingin berdiri saja, hanya saja ibuku malah ingin aku duduk, padahal kalo berdiri bisa lihat-lihat pemandangan kota Jakarta dengan segala isinya, tapi aku turuti saja kemauan ibuku ini hehehehe.

Nomor dan tahun pembuatan KRL tersebut
Akhirnya menjelang waktu Dhuhur, aku sampai di stasiun Gondangdia dan setelah itu mencari makan disana, akhirnya aku menemukan sebuah warung dan aku langsung makan. Oh ya, aku sempat membeli sosis bakar pedas dahulu sebelum makan, barangkali bisa buat cemilan. Setelah aku makan, lalu kami menaiki bajay menuju stasiun Gambir untuk mengecek tiket KA Bima yang sudah kupesan sebelumnya, setelah berhasil ditukarkan, aku langsung menunggu dan sempatkan juga shalat Dhuhur sambil menunggu kereta datang. Sambil menunggu kereta aku sempat mencoba membeli minuman dengan vending machine, dan setelah beberapa kali gagal, aku akhirnya bisa membeli minuman tersebut, aku merasa senang, aku pun juga menyempatkan untuk menonton Anime kesukaanku. Lalu saat menunggu kereta datang, ada pemberitahuan bahwa kereta akan terlambat beberapa menit karena penggantian gerbong, aku dengan setia menunggu disaat penumpang lainnya mulai menggerutu karena keterlambatan kereta tersebut namun ibu saya malah bercengkrama dengan seorang penumpang yang akan berangkat menggunakan kereta tersebut ke Purwokerto, di sebelah jalur yang akan ditempati KA Bima, ada juga KA Argo Sindoro arah Semarang Tawang dengan body Stainless Steel.
Akhirnya kereta datang pada jam 16.45 dan kami bergegas langsung menaikinya, ternyata kami dipisahkan tempat duduknya dan aku justru duduk dengan seorang perempuan kuliahan yang akan mengadu ilmu di Malang dan saya sempat berbicara lumayan banyak dengan perempuan itu di kereta, sedangkan ibu saya malah duduk dengan seorang bapak-bapak pensiunan TNI dan keluarganya berada di depannya.

Interior KA Bima, sesaat setelah naik dari stasiun Gambir
Tidak banyak yang aku ceritakan tentang KA Bima yang aku naiki ini, namun aku merasa kalau baru kali ini aku melakukan perjalanan yang paling jauh, dan ini juga merupakan kali pertama aku menuju Provinsi Jawa Timur, ketika aku sama sekali belum kesana sedangkan aku malah tak bisa tidur di kereta. Jam 21.28, kereta berhenti di stasiun Purwokerto, lalu jam 00.10, berhenti di stasiun Yogyakarta dan aku sempat memfoto interior kereta tersebut,
lalu jam 03.01 berhenti di stasiun Madiun, jam 04.30 aku terbangun dan tak terasa sudah sampai stasiun Jombang, jam 05.38 kereta berhenti lama di stasiun Gubeng untuk penggantian lokomotif, jam 06.20 kereta pun berangkat menuju Malang.

Stasiun Surabaya Gubeng, dengan KA Jayakarta Premium yang sudah berhenti lebih dahulu sebelum KA Bima
Aku sempat menonton berita ketika itu ada kasus pembunuhan seorang pelajar SMK di salah satu kota di Jawa Barat yang disiarkan di TV yang aku tonton menggunakan koneksi internet, orang-orang di sebelah tempat duduk dan sebelah ibuku pun menonton berita tersebut, aku juga merasakan bahwa beberapa orang di dalam kereta juga terlihat membicarakan kejadian tersebut. Aku merasa kaget bahwa ada kasus yang bahkan sampai ikut menghebohkan banyak orang bahkan dunia maya pun ikut heboh.
Lalu setelahnya kereta pun berangkat, aku berpisah dengan perempuan kuliahan itu, dan aku duduk dengan ibuku sedangkan bapak itu duduk dengan keluarganya karena bapak itu akan turun di stasiun Sidoarjo. Aku sempat melihat tanggul lumpur Lapindo dari balik kereta dan tanggul itu sangatlah panjang dan besar. Setelah kereta menurunkan dan menaikan penumpang dari stasiun Sidoarjo dan bapak itu mengucapkan salam pada kami berdua, barulah pemandangan terlihat, Gunung Arjuno di sebelah kanan dan gunung Bromo-Semeru di sebelah kiri terlihat dari balik kereta. Aku juga melihat banyak petani yang masih memakai kerbau untuk membajak sawah, lalu setelah beberapa lama, kereta pun akhirnya sampai di stasiun Malang dan aku pun turun dan sampai dengan selamat.

Stasiun Malang, dan KA Bima yang aku naiki semalam tadi
Aku sempat mengganti baju dan menggosok gigi dan juga menggunakan deodoranku dan setelah keluar dari stasiun Malang aku sarapan dan langsung menuju loket bus Gunung Harta untuk kembali ke Bogor.
Berlanjut ke Part 3.





















