Bullying terhadap Penyandang Autisme dan Solusinya

Bismillahirrahmanirrahim.

 

Banyak sekali kasus bullying terjadi pada penyandang Autisme karena masih banyak yang menganggap bahwa penyandang Autisme adalah aib.

Namun sebelum itu, aku akan menjelaskan tentang penyandang Autisme dan apa itu Autisme.

Autisme adalah suatu gangguan perkembangan dimana penyandangnya punya banyak keterbatasan dalam berbicara, dan juga berperilaku. Jika terjadi, biasanya gejala Autisme terjadi pada umur 18 bulan hingga 3 tahun.

Gejala, karena gejalanya sepertinya sangat panjang, maka sumbernya ada disini : https://www.alodokter.com/autisme/gejala

Bullying pada penyandang Autisme bisa jauh lebih parah dibanding kalau pada manusia normal, karena kondisi mereka dinilai lemah oleh banyak orang, maka mereka seakan-akan sering dijadikan mainan oleh sebagian orang yang tak suka dengan keberadaan mereka, ditambah lagi sebagian penyandang bahkan mempunyai tingkat sensitivitas yang tinggi. Sehingga mereka menjadi korban bullying, dan bahkan jauh lebih sering dari kebanyakan orang normal lainnya, bahkan di beberapa kasus, mereka dibully dengan sangat parah sehingga mereka berpotensi untuk depresi dan berpotensi menimbulkan kematian bagi mereka.

Jenis Bullying yang dialami penyandang adalah :

  • Ras/Suku/Daerah
  • Fisik
  • Kondisi Ekonomi
  • Non-fisik (Psikis)
  • Cyber Bullying
  • Seksual
  • Penjauhan massal bahkan diabaikan
  • Bullying dalam birokrasi (terkadang itu bisa terjadi)

Solusi Untuk mengatasinya :

  • Pemerintah sebaiknya menyusun UU tentang bullying terhadap semua penyandang cacat, termasuk juga pada penyandang Autisme.
  • Para orang tua penyandang juga tidak boleh memperlakukan anak dengan salah.
  • Perlu kesadaran dari masyarakat sendiri akan bahaya Bullying dan bagaimana gejala Autisme itu sendiri.
  • Semua elemen masyarakat harus melindungi kehidupan seluruh penyandang cacat termasuk penyandang Autisme agar mereka merasa terlindungi.

Demikian postingan saya ini, semoga aku dan juga kamu mengerti tentang Bullying terhadap penyandang autisme.

 

Sumber dari akun twitter saya sendiri : https://twitter.com/benarikozakura/status/1037890155267289088

Advertisements

Catatan Jalan-Jalan Indramayu-Bogor-Taman Bunga Nusantara

6.00 : Aku sudah berangkat menuju stasiun Haurgeulis, dan aku sudah menyiapkan tiketnya.

IMG20180824064456

Suasana Stasiun Haurgeulis.

6.30 : Aku sudah sampai di stasiun Haurgeulis, dan menyerahkan tiket ke petugas.

6.56 : KA Cirebon Ekspres pun datang, dan aku langsung naik di gerbong kelas Ekonomi seri terbaru yang menurutku sudah sangat nyaman.

IMG20180824070429

Bagian Dalam KA Cirebon Ekspres kelas Ekonomi AC Plus New Image.

8.00 : Kereta yang aku naiki mulai menunjukkan sisi kenyamanan bagi yang aku naiki, bahkan aku kali ini sangat senang dengan kereta ini.

8.15 : Aku sempat ke toilet, dan ternyata toiletnya bersih dan wangi, hanya saja suara roda gerbong sangat terasa.

8.46 : Akhirnya aku sampai di stasiun Jatinegara, aku dan ibuku pun langsung membeli tiket KRL Commuter Line. Lalu disaat kami naik, gerbong sudah cukup penuh.

IMG20180824085507

Suasana Stasiun Jatinegara

IMG20180824090023

Keretanya penuh, untung hanya enam menit perjalanan saja.

9.07 – 9.22 : Aku pun lalu sampai di stasiun Manggarai. Aku pun membeli tiket KRL lagi, namun ada sedikit masalah karena kartu kali ini tak terdeteksi di pintu masuk, akhirnya petugas pun membantu ibuku yang tak sempat masuk karena kartunya tak terdeteksi.

10.15 : Sempat terjadi insiden dimana tiba-tiba gerbong KRL membunyikan sirene yang cukup keras. Aku pun langsung takut jika terjadi sesuatu, namun yang terjadi adalah itu diakibatkan oleh adanya seorang anak tanpa pengawasan orang tuanya yang memencet tombol darurat.

10.21 : Udara di gerbong sejuk, dan walaupun gerbong ini tergolong klasik, tapi udara disini tetap sejuk.

IMG20180824101201

Gerbongnya, biar klasik namun tetap apik.

10.36 : Aku pun sampai di stasiun Bogor, lalu membeli perlengkapan sebentar di Pasar Anyar. Udara yang panas membuat keringat mengucur membasahi kemejaku, walau kemejaku masih tercium semerbak wangi.

IMG20180824103520

Suasana di Stasiun Bogor.

12.00 : Aku pun menunggu bus yang akan mengantar kami ke Taman Bunga Nusantara di Cipanas, Cianjur. Namun karena ternyata ada aturan baru bahwa bus besar dilarang melewati Puncak, maka kuputuskan bahwa aku akan menaiki mobil elf jurusan Cianjur. Sepanjang jalan aku takjub dengan kelihaian pengemudi elf yang bahkan tidak membuat aku bergoyang kanan-kiri meski di jalan pegunungan, apalagi udara dingin khas Puncak sedang menerpa tubuhku.

15.30 : Aku pun akhirnya sampai di Taman Bunga Cipanas, setelah itu kami makan dan bayar tiket masuk. Di dalam sana banyak disajikan pemandangan yang indah khas hamparan bunga dan rumput. Saat di dalam sana, keringat mengucur lagi dengan deras karena berjalan kaki cukup jauh dan menggendong tas, dan kemeja yang aku kenakan sudah basah oleh keringat, aku pun juga memfoto pemandangan dan foto diriku sendiri. Lalu saat keluar aku sempat kebingungan mencari pintu keluar, lalu akhirnya ketemu juga pintu keluarnya. Lalu setelah keluar, aku pun langsung naik angkot ke Cipanas.

IMG20180824155011

Taman Bunga Nusantara, Sukaresmi, Cianjur.

17.00 : Aku pun menunggu angkutan umum yang akan membawaku kembali ke Bogor, namun karena terlalu lama menunggu, aku pun memutuskan berjalan kaki lagi ke ujung pasar Cipanas, lalu aku pun ketemu angkutan yang aku ingin naiki.

18.00 : Angkutan alias elf itupun berangkat, aku sempat melihat pekerjaan umum di jalan, yang ternyata jalur Puncak masih dalam perbaikan pasca-longsor Februari lalu. Setelah turun dari Puncak, kami disambut kemacetan yang luar biasa, sampai-sampai pengemudi elf akhirnya mengambil jalur alternatif. Lalu kami sampai di Bogor jam 8 malam.

20.00 : Setelah sampai di Bogor, kami pun langsung mandi karena kemejaku sudah lengket karena keringat yang mengucur tadi sore, sampai disini perjalanan berakhir.

Manusia, Dari Sisi Saya Sebagai Penyandang Autisme

Sebenarnya, ini mengenai curhatanku sebagai anak dengan penyandang Autisme, ketika aku merasa aku membawa gangguan ini kemana saja, kapan saja, dan banyak orang yang tak mengerti aku, aku selalu diperlakukan seperti hewan.

Mungkin aku sendiri tak mengerti kenapa aku begini, dan orang lain begini.

Baiklah, aku jabarkan definisi manusia itu apa (id.wikipedia.org/wiki/Manusia/)

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti “manusia yang tahu”). Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Selanjutnya…………….

Dengan kata lain, Manusia itu adalah makhluk yang sangat unik, mereka hidup, bernapas, makan, beraktivitas, bekerja, lalu menghasilkan keturunan hingga akhir hayat mereka. Mereka juga punya logika dan norma, tak seperti hewan, selain itu, manusia juga punya nama dan nama panggilan, seperti halnya saya yang dipanggil Riko.

Namun, saat ini, manusia sudah seperti robot, dimana mereka dikendalikan hanya untuk uang, baik robot uang, robot hasrat, maupun robot sistematis.

Dan tak sedikit juga manusia yang berlaku seperti hewan, memakan sesamanya, menyerang sesamanya, dan bahkan membunuh sesamanya hanya karena suatu masalah.

Namun tak sedikit aku melihat manusia yang berlaku seperti manusia pada umumnya, yang punya perasaan dan kasih sayang kepada yang lainnya.

Yang begini kadang aku sangat suka, karena aku pandang mereka sebagai manusia seutuhnya.

Mungkin aku selalu diperlakukan seperti hewan, selalu dibully, didiskriminasi, dan diusir seperi hewan.

Lalu aku memandang manusia dengan cara berbeda, apalagi dengan manusia yang juga sama-sama diperlakukan seperti halnya aku diperlakukan seperti hewan.

Kadang aku melihat manusia yang memperlakukanku seperti ini datang karena tekanan dalam hidupnya, atau memang dia punya hati yang jahat sehingga mereka bisa berbuat seenaknya.

Apalagi aku tadi sudah bilang kalau manusia zaman sekarang seperti robot, bangun – kerja – pulang – bangun lagi – kerja lagi. Dan itu semua terkadang hanya karena ingin memenuhi gaya hidup saja, bukan semata-mata karena benar-benar ingin sukses.

Karena manusia bisa menjadi unik hingga eksentrik.

Karena setiap manusia punya perbedaannya masing-masing.

Apalagi di dunia Anime, setiap orang bisa punya kelebihan dan kelemahan yang berbeda, ada yang sangat kuat, ada juga yang sangat cerdas.

Semoga saja tulisanku ini membuatku tahu arti apa manusia sesungguhnya itu.

Terima Kasih.

NB : maaf jika kami hapus salah satu kalimat dalam kotak yang diatas, karena katanya kontroversial.

Mereka Bilang Kalau Selera Musik Dia Kampungan

Oyyy Semua!!!!!

Sepertinya disini aku belum sempat menulis lagi, tapi aku harus bisa menulis.

Oh ya……

Aku saat ini merasa ironis, karena akhir-akhir ini selera musik orang menjadi perdebatan paling panas tahun ini, sampai-sampai tagar #MulutNetizenIndo sempat menggema di Twitter.

Banyak sekali ejekan soal selera musik.

Mereka bilang :

  • Suka Dangdut itu Kampungan
  • Suka K-pop itu Gak Nasionalis
  • Suka Metal itu Preman
  • Suka Jazz itu Kelas Menengah Ngehe
  • Suka EDM itu Tukang Dugem
  • Suka Reggae itu suka Drugs
  • Suka Anime/J-pop itu orangnya gak bener
  • Suka Western itu Kebarat-baratan

Tapi yang paling parah yah terhadap K-popers, mereka bilang kalau mereka gak nasionalis lah, suka yang nggak2 lah, apalah…. Ironis memang.

Yup, baru saja ada ask dari Yagami Kou (nama samaran) bilang ke saya begini :

Mereka mengejek musikku dengan sebutan musik sampah, lalu saya bilang mereka tak menghargai selera musik saya, lalu saya dimarahi dan dibilang aku l*nte. Padahal aku memuji musik Dangdut sebagai musik yang cukup baik.

Jawaban saya :

Kau tak sendiri, aku sering dibilang penyuka musik setan karena dulu aku suka K-pop, tapi bodoamat. Dan setelah musik Dangdut dibilang kampungan, barulah perang antar (penikmat) genre musik mulai terjadi, seperti ada provokator, lalu merembet ke penikmat genre musik lainnya.

Lalu ada lagi dari Takimoto Hifumi (nama samaran juga) :

Apakah selera musik menghubungkan dengan kekayaan seseorang, memang kau bisa pikir kalau pengemudi mobil mewah tak pernah mendengar musik Dangdut?

Jawaban saya : Iya, kekayaan seseorang tak bisa diukur dari selera musik, siapa tahu kalau tetangga sebelahmu yang punya rumah mewah itu tenyata adalah pendengar Dangdut.

Padahal kalau selera musik itu universal lho, mau orang denger Dangdut, K-pop, Jazz, EDM, Reggae, J-pop, Western, atau Lagu Daerah sekalipun, kita tetap harus hargai selera musik mereka, kecuali kalau mereka mendengarkannya dengan kondisi volume besar dengan speaker yang besar juga, dan semua pintu terbuka dan rumah tetangga saling berdekatan, wah bisa-bisa tetangga pada pusing pala barbie.

Oh ya, Setiap genre musik itu punya kelebihan dan kelemahannya masing-masing, sebenarnya yang bikin perang antar genre musik itu ialah tak menghargai selera orang.

Karena Selera musik itu bukan hanya selera, namun bagaimana kamu menghargai selera musik orang lain juga.

Semoga saja Perang antar selera musik bisa segera terselesaikan dan berakhir damai.

Terima Kasih.

Writer : Riko

Idea : Riko, Kaori-chan, dan My Waifu Mary Kozakura.

16 Mei 2017 : Jalan-Jalan Sebelum Ramadhan

16 Mei 2017

Hari ini aku ke Bogor untul jalan-jalan, juga untuk menziarahi makam Almarhum Ayah. Aku berangkat terlalu pagi sekitar jam setengah tujuh pagi dan mendapatkan bus kelas Bisnis AC 2-3 (tak disebutkan po-nya) jurusan Bogor pada jam delapan pagi. Di perjalanan aku memakan bekal makanan nasi goreng di wadah kedap air. Setelah sekian lama dalam kemacetan yang lumayan padat di tol Cikunir, akhirnya aku turun di tol Jagorawi dan melanjutkan naik angkot hingga sampai ke rumah teman, cuaca panas Citeureup membuat keringat mulai keluar dan mulai membasahi kaus panjangku walau itu tak menimbulkan bau keringat. Akhirnya aku sampai juga di rumah temanku dulu di Bogor. Suasana sejuk segera menghampiriku, dan aku sempat berada cukup lama disana hingga aku dan ibuku pun langsung pergi lagi untuk berbelanja sekaligus berziarah ke makam Almarhum Ayahku. Setelah aku berbelanja baju dan menziarahi makam Ayahku terlebih dahulu, baru aku mampir ke mall untuk makan, dan setelah itu aku membeli buku untuk aku baca, dan aku pulang dan sampai rumah temanku lagi pada waktu hampir maghrib. disana aku sempat mengobrol dengan tetangga dan setelah itu akhirnya menginap hingga besok.

17 Mei 2017

Besok paginya aku menuju rumah temanku lagi yang ada di Ciawi, dan seperti biasa, suhu panas membuatku berkeringat lagi, setelah menaiki angkot dan turun menuju Ciawi, aku lalu berjalan kaki dan masuk salah satu gang dimana rumahku berada, setelah itu kami saling menelpon dan dijemput oleh salah satu dari teman kami menggunakan sedan. Aku lalu masuk ke rumah temanku itu, aku menitipkan barangku sebentar dan mengunjungi rumah nenekku yang berada di Sukasari. Setelah sampai disana aku langsung menemui nenekku. Aku lalu shalat Dhuhur di rumah nenekku dan beristirahat sebentar hingga akhirnya aku berangkat lagi ke Pasar Anyar. Sesampainya di Pasar Anyar aku pun mencari toko jam, jam tangan favoritku pun terbeli, lalu kami makan sebentar, tapi sayangnya harganya mahal dan rasanya yang asin. Setelah itu aku melanjutkan perjalanan untuk membeli mixer, sementara Ibuku di dalam toko, sedangkan aku di halaman toko melihat angkot yang berseliweran. Setelah itu, kami memutuskan untuk kembali ke rumah temanku dan menginap disana.

18 Mei 2017

Besoknya, aku akhirnya pulang, namun ada sedikit insiden dimana aku tidur padahal aku sebenarnya berjalan, yah seperti sleepwalking dan aku bahkan katanya sempat turun ke kamar mandi, untungnya gak jatuh. Dan pada jam empat pagi akhirnya aku pun jalan ke Indramayu dengan menumpang mobil temanku yang juga kesana. Kali ini kami lewat Tol Cipali lalu keluar di Subang, dan jam delapan pagi akhirnya kami sampai juga ke rumah.

Dua Sisi Kelas Yang Berlawanan (menurut saya)

Dua sisi Kelas yang Berlawanan.

Akhir-akhir ini (katanya) saya sering mendengar bahwa banyak orang-orang yang gengsinya tinggi disegala hal dan jijik sama dangdut (juga artisnya saat ini). Dan seperti orang (lain) bilang, yang seperti itu ialah golongan kelas menengah dan atas. Padahal jika diperhatikan tak selalu seperti itu.

 

Kelas dalam kehidupan masa kini yang menurut orang terbagi tiga, menurutku terbagi dua saja.

Kelas Benar/Asli : Kelas Bawah, Menengah, dan Atas yang hidup dengan rukun dan baik.

Kelas Palsu/Ngehe : Lebih Didominasi kelas menengah, walau ada kelas bawah dan atas yang juga turut berlaku seperti itu.

 

Kembali ke inti permasalahan, sebetulanya bukan hanya musik dangdut saja yang menjadi biang mainan kelas (menengah) ngehe, tapi juga seperti:

  1. Gadget :

Kelas Asli, banyak orang dari kelas menengah dan atas yang asli justru lebih senang mempertahankan barang mereka yang (dibilang) jadul oleh kelas ngehe nan palsu, padahal memang barang tersebut masih bisa dipakai.

Sedangkan kelas ngehe nan palsu biasa membeli gadget tercanggih dengan (maaf) kredit dan juga merelakan dirinya untuk diet dan keteteran bayar hutang, hanya untuk bisa meningkatkan gengsi dan ke-eksis-an dimata teman-temannya yang sama-sama dari kelas ngehe.

 

  1. Kendaraan :

Kelas Asli, umumnya membeli kendaraan dengan Uang Cash, jika untuk pemakaian pribadi, itupun juga kalau memang ia benar-benar memerlukannya,dan kalaupun harus kredit, kendaraan tersebut akan dijadikan bisnis oleh pemiliknya (khusus roda 4), atau kalau diperhatikan lagi, masih banyak Kelas Asli yang mau naik angkutan umum walau terkadang kurang nyaman.

Sedangkan Kelas Ngehe umumnya membeli kendaraan karena gengsi, dan itupun juga dengan kredit yang panjang dan sama seperti nomor sebelumnya, bahkan sampai dikejar sama debt collector hanya untuk gengsi, juga kelas seperti ini umumnya enggan naik angkutan umum karena mereka jijikan dan enggan berkeringat, makanya mereka naik kendaraan pribadi yang nyaman dan enak, walau masih mikirin cicilan dan rela ngirit segalanya.

 

  1. Gaya Luar (baca. Fashion) :

Kelas Asli umumnya bergaya sesuai kemampuan, atau bahkan banyak yang hidupnya sederhana padahal harta sudah lebih dari cukup, seringkali juga ada yang masih betah memakai barang lamanya karena masih bagus dan bisa terpakai, atau kalau ingin beli baru, barang bagus itu ia sumbangkan ke bagian yang berhak, dan menurutnya, cantik dan bagus dari dalam itu sudah bagus, dan mempercantik dirinya hanya jika perlu.

Kelas Ngehe umumnya mengikuti fashion dari artis favorit tertentu, dan selalu membeli merk (baca. Gengsi) tertentu untuk tampil modis, gaya, dan berkelas, dan harganya bahkan mengalahkan gajinya yang bisa dibilang tak bisa mencukupi gayanya.

 

  1. Gaya Hidup :

Kelas Asli umumnya apa adanya dan bisa menyesuaikan gaya dengan dirinya, dan tak pernah terpengaruh omongan orang, maupun godaan media, praktis ia merasa lebih tenang dalam menghadapi hidup.

Kelas Ngehe selalu terbawa oleh gaya hidup, terutama pergaulan dari sesama kelas ngehe itu sendiri dalam lingkaran (setan) Social Climber. Mereka selalu mendewakan gaya hidup yang menurut mereka benar, padahal kondisi sosial mereka kebalikan dari gaya hidup, ia tak pernah tenang karena terus terseret gaya hidup yang saat ini semakin menggila, sampai-sampai menghalalkan segala cara untuk memenuhi gaya hidupnya.

 

  1. Pemikiran :

Kelas Asli umumnya berpikir rasional dan mengutamakan logika yang benar. Mereka juga suka bergaul dengan kelas lain yang sepemikiran dengan mereka seperti Kelas Atas bisa bergaul dengan Kelas Menengah dan Kelas Bawah atau kelas yang dibawahnya juga bisa melakukan hal yang sama. Mereka umumnya kurang menyukai kelakuan kelas Ngehe dan umumnya kadang menasihati kelakuan mereka dan kadang mengacuhkannya karena levelnya sudah akut stadium 4 alias tak bisa diubah lagi.

Kelas Ngehe umumnya lebih berpikir dari media massa dan menggunakan logika yang salah, seperti contohnya ; Makin Miskin Makin Benar, ketika ia mengendarai motor secara ugal-ugalan dan tersenggol mobil kemudian ia marah terhadap pengemudi mobil padahal ia sendiri yang ugal-ugalan di jalan hingga akhirnya ia kecelakaan. Pun pada kasus menolak kenaikan BBM bersubsidi, kelas ini paling menolak kenaikan BBM bersubsidi itu padahal kendaraan pribandinya yang berharga mahal justru mengonsumsi BBM bersubsidi. Mereka juga sangat selektif dalam pergaulan, mereka lebih senang kalau bergau dengan kelas yang sama dan enggan bergau denga kelas di bawahnya atau bahkan menghina kelas yang dibawahnya, atau bahkan bergaul dengan kelas yang lebih atas lagi hanya untuk sekedar meminta uang untuk bergaya.

 

  1. Selera (musik) :

Kelas Asli menyukai genre musik tertentu karena tahu sejarah genre tersebut, dan genre tersebut membuatnya senang mendengarkannya, atau bisa jadi juga, ia menyukai genre musik lebih dari satu karena sifat ingin tahu dan ingin mendengarkannya yang tinggi, ia juga tak pernah mengkotak-kotakkan apalagi membenci genre musik tertentu, dan juga datang ke festival/konser musik tertentu jika mau dan ada biaya yang cukup.

Kelas Ngehe menyukai genre musik tertentu dan membenci genre musik lain, seperti halnya ia suka musik Jazz maupun musik Rock kemudian membenci musik Dangdut atau sebaliknya, juga suka mengkotak-kotakkan genre musik apalagi kalau genre musik berdasarkan gajinya; seperti gaji 1-3 juta menyukai musik Dangdut dan belum membenci apa-apa, gaji 6-8 juta menyukai musik Rock dan sedikit kurang suka dengan dangdut, gaji 15-20 juta menyukai musik Jazz dan benci juga jijik dengan musik dangdut. Juga yang merasa (sok) berkelas dan elegan kemudian menjadi haters musik Dangdut juga menyerang artis dangdut yang bersangkutan, dan rela hutang ke tetangga, sana saudara, atau bahkan pake kartu kredit yang nyicilnya harus rela diet pake mie hanya untuk menonton konser/festival yang menurut mereka (amat) berkelas. Pun juga yang tawuran di konser dangdut juga merupakan kelas ngehe yang mencemari genre musik di Indonesia tercinta ini.

 

Sekian kesimpulan dari saya, mungkin sebenarnya tidak ada tiga kelas yang disebutkan masyarakat kita saat ini, tetapi dua kelas yang berbeda antara langit dan bumi, Terima Kasih.

Haters dan Fans, antara Kebencian dan Fanatisme

Assalamualaikum. Wr. Wb

 

Akhirnya tak terasa setelah beberapa waktu yang sangat lama aku vakum akhirnya aku sang author a.k.a Benarico-kun bisa menulis di blog lagi.

Uhhhh…. Aku dengar akhir akhir ini banyak kasus di dunia maya yang melibatkan antara fans dan haters alias Anti-fan, yang tak jarang sampai mereka pada berkelahi hanya karena tak terima idola mereka (mungkin) dilecehkan oleh pihak haters, sungguh aneh zaman ini.

Menurutuku, haters adalah orang yang tak suka dan juga bahkan benci terhadap sesuatu, dari mulai artis, pejabat, bahkan senuatu yang diluar kebiasaan mereka akan selalu menjadi sorotan haters. Mereka akan selalu mencari kesalahan figuran yang dibencinya dan mencak-mencak kalau sekalinya dia berbuat salah. Namun, sebenarnya banyak pendapat yang mengatakan haters sebagai fans yang belum sempurna, disisi lain ada yang mengatakan mereka mempunyai pengalaman buruk baik dengan figurannya maupun dengan fansnya sehingga mereka menjadi benci terhadap si figuran itu.

Sedangkan Fans adalah golongan maupun seseorang yang mengidolakan figuran itu. Ada beberapa tipe fans di dunia ini (secara umum meski tak semua).

  1. Likers alias Hanya Suka Saja

Ia menyukai idolanya, misal karena talenta, penampilan, dan perilakunya shingga dia suka, namun dia masih dalam tahap normal dalam mengidolakan, seperti hanya meminta tanda tangan saja, atau mungkin juga meyaksikan penampilannya jika ada kesempatan, atau mungkin juga tidak melakukannya sama sekali alias hanya menyukai saja.

2. Fans Biasa

Ia mulai mengoleksi sesuatu yang berkaitan dengan figuran/idolanya, membuat tulisan tentang idolanya, rajin menyaksikan konsernya jika ada kesempatan, mengetahui biodata idolanya, dan mulai berbicara dengan orang-orang sesama fans idola tersebut.

3. Fans Fanatik atau mungkin Fans Senior

Ia mulai mencari cara supaya ia bisa ketemu idolanya, bahkan dengan cara nekat sekalipun. Selain itu ia marah dan tak terima jika idolanya diejek bahkan rela bertengkar habis-habisan sampai berkelahi dengan orang orang yang mengejeknya yang juga mereka sebut sebagai haters idola mereka. Golongan inilah yang selalu terlibat kontak baik di media sosial maupun dengan fisik (HUWAT!!!! Gak Takut Mbak!!!). Selain itu juga mereka kadang-kadang menjelekkan idola lainnya (Ya Allah!!) yang berujung bentrokan massa di medsos (Buset Dah, Mary Kozakura-senpai aja gak mau lakuin kayak gitu). Dan terkadang mereka juga rela menghabiskan biaya yang tak sedikit hanya untuk idolanya maupun menunjukkan eksistensinya sebagai fans. Meski begitu, mereka terkadang sangat susah dibedakan dengan fans karbitan (bahas di bagian selanjutnya).

4. Fans Karbitan

Fans yang paling kuat keyboardnya di medsos walau mereka tampaknya ngawur. Mereka tak segan-segan melibas siapa yang membenci idolanya, bahkan membenci idola lain dan juga fansnya, dan mereka lebih sadis daripada fans fanatik walau bagi orang lain mereka seperti internetan sambil minum bir sebotol gede (Mabok-mabok lu) dan mereka sering berpikir tak rasional dan memalukan idolanya sendiri (***** kok dipelihara Mbak!) juga sering terlibat kerusuhan baik antar fans maupun dengan haters di medsos bahkan sampai berkelahi di dunia nyata karenanya. (ckckckck). Kelakuan mereka inilah yang kadang membuat fans lain atau bahkan haters dan juga masyarakat biasa tampaknya sebal dengan kehadiran mereka.

 

Sekian dari saya

Pesan saya ke haters maupun fans : Kalau menjadi fans jangan terlalu fanatik apalagi sampai hantam kromo sama yang lain. Begitupula dengan haters, jangan terlalu membenci, gak baik buat kesehatan jiwa dan ragamu. Dan untuk kalian, tetap hargai perbedaan sampai yang terkecil karena itu termasuk Sila Pancasila ke-3 yang dilambangkan dengan Pohon Beringin yang kokoh yaitu Persatuan Indonesia.

Jika ada kekhilafan dan kata-kata yang kurang berkenan Mohon Dimaafkan.

Terima kasih dan Assalamualaikum. Wr.Wb